Langsung ke konten
PERPUSTAKAAN BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SURABAYA | NPP 3578234A0000001KEMENTERIAN AGAMA
  • Beranda
  • Info Perpustakaan
  • Bantuan
  • Repositori
  • Area Anggota
  • Visitor
  • Log In
Beranda Detail Koleksi

Detail Koleksi

Tipe koleksi

Karya ilmiah & terbitan

Skripsi Tesis Disertasi Jurnal Laporan penelitian Al-Qur'an & Tafsir

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik
Buku yang cocok {{ suggestions.length }}
{{ text(b.title) }} {{ b.author ? text(b.author) : '' }} {{ text(b.badge) }}

Data kosong “{{ keywords }}”

Cari “{{ keywords }}”

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Spiritualitas Haji Integralistik Karakter Muslim dalam Ritual Haji Perspektif Al-Qur'an
Penanda Bagikan
Text

Spiritualitas Haji Integralistik Karakter Muslim dalam Ritual Haji Perspektif Al-Qur'an

Dr. H. Ahmad Baidhowi, M.Ag. - Nama Orang;

Dalam perspektif Al-Qur'an ibadah haji yang dibarengi dengan pengamalan dimensi spiritual membuahkan martabat muhsin. Hal ini didasarkan pada deskripsi ayat-ayat haji, yang mengisyaratkan bahwa dalam pelaksanaan ibadah haji terdapat hubungan horizontal, yaitu adanya interkoneksi dan interaksi harmonis antara manusia dengan dirinya (habl ma'a nafsih), manusia dengan sesama manusia (habl ma'a an nâs) manusia dengan alam sekitar (habl ma'a bî'atih) termasuk cinta dengan Negaranya (hubbul wathon) dan utamanya hubungan vertikal manusia dengan Allah (habl ma'a Allâh).
Dari perspektif Al-Qur'an ditemukan tiga martabat haji; 'Ulul albâb (orang yang berakal), al-mukhbitin (orang yang berserah diri) dan al- muhsinîn (orang yang berbuat kebaikan), dan satu gelar lagi dari Nabi Muhammad Saw. yaitu mabrûr (haji yang diterima), dari keempat martabat haji tersebut yang memiliki nilai tertinggi adalah muhsin, penyandangnya dianggap identik dengan insan kamil (manusia sempurna), sebab status muhsin merupakan sifat para Nabi dan sebagai martabat tertinggi dalam Islam.
Haji yang dilakukan secara fikih ansich, pelakunya akan mendapatkan output (hasil akhir) haji saja, sedangkan haji yang dilaksanakan secara fikih dibarengi dengan mengamalkan dimensi spiritual haji (tasawuf), pelakunya akan mendapatkan haji sebagai output plus martabat muhsin sebagai outcome. Hal ini didasarkan pada perspektif Al-Qur'an, yang sejalan dengan konsep Tasawuf Modern, bahwa haji yang dilaksanakan secara fikih dan tasawuf merupakan pengamalan Iman, Islam dan Ihsan, yang ujungnya membuahkan martabat muhsin sebagai outcome. Dan inilah makna haji yang sejatinya.

Ketersediaan

#
RAK (10 A3) U 297.352 Ahm s
2025826
Tersedia

Informasi Detail

No. Panggil
U 297.352 Ahm s
Penerbit
Jakarta : Kalimasada (Kalimasada Group), 2019
Deskripsi Fisik
xii, 422 hlm, 23X15 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-74716-1-0
Klasifikasi
U 297.352 Ahm s
Subjek
Ibadah Haji

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas

Tidak Ada Data

Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SURABAYA | NPP 3578234A0000001

Tautan

  • Info Perpustakaan
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Balai Diklat Keagamaan Surabaya menyediakan layanan informasi dan referensi untuk mendukung kegiatan Balai Diklat Keagamaan Surabaya.

Telusuri katalog daring kapan saja, atau kenali informasi dan layanan perpustakaan.

© 2026 PERPUSTAKAAN BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SURABAYA | NPP 3578234A0000001 Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?