Trilogi Kerukunan
Buku Trilogi Kerukunan Umat Beragama yang kini berada di hadapan para pembaca hadir dari refleksi panjang atas realitas kehidupanmodern, yang ditandai oleh krisis kemanusiaan, krisis lingkungan dan krisis spiritualitas. Dalam pandangan Menteria Agama, ketiga krisis ini saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Untuk itu, diperlukan paradigma keberagaman yang lebih utuh, yang tidak hanya berfokus pada relasi vertikal dengan Tuhan, tetapi juga mencakup relasi horizontal dengan sesama manusia serta relasi ekologis dengan alam semesta.
Trilogi Kerukunan yang ditawarkan oleh Menteri Agama, Prof. Dr. Anregurutta K.H. Nasaruddin Umar ini sangat relevan dengan konteks kekinian, khususnya bangsa Indonesia yang sangat emmegang teguh ajaran agama. Istilah tirlogi kerukunan ini pernah diperkenalkan oleh Menteri Agama pada kabinet Pembangunan III (1978-1983) Alamsjah Ratu Perwiranegara, yang berisi kerukunan internal umat beragama, antar umat beragama dan antar agama dengan pemerintah.
Trilogi Kerukunan yang ditawarkan oleh Menteri Agama, Prof. Dr. Anregurutta K.H. Nasaruddin Umar ini sangat relevan dengan konteks kekinian, khususnya bangsa Indonesia yang sangat emmegang teguh ajaran agama. Istilah tirlogi kerukunan ini pernah diperkenalkan oleh Menteri Agama pada kabinet Pembangunan III (1978-1983) Alamsjah Ratu Perwiranegara, yang berisi kerukunan internal umat beragama, antar umat beragama dan antar agama dengan pemerintah.
Ketersediaan
#
RAK (10 B1)
u 297.2 Gaz t
2026026
Tersedia
Informasi Detail
- No. Panggil
- u 297.2 Gaz t
- Penerbit
- Jakarta : Kementerian Agama RI, 2025
- Deskripsi Fisik
- 117 hlm., 17,5 x 25 cm
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 978-602-293-278-9
- Klasifikasi
- u 297.2 Gaz t
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah